Minggu, 07 Oktober 2012

Tugas 2


Ilmu Sosial Dasar#

Tawuran
            Tawuran merupakan perkelahian antar pelajar dari sekolah satu dengan sekolah lainnya, antar mahasiswa dari universitas satu dengan universitas lainnya. Entah apa yang mereka pikirkan. Mungkin mereka ingin menjadi kuat dengan ikut tawuran, atau mereka hanya ingin mencari sensasi. Mereka tidak pernah berfikir akibat dari tawuran, bahkan mereka sangat bangga dapat ikut tawuran. Yang terlibat dalam tawuran adalah siswa dari sekolah satu dan sekolah lainnya, mahasiswa dari universitas satu dengan universitas lainnya dan aparat kepolisian sebagai penengah dari terjadinya tawuran. Dan pada akhirnya akan ada yang menjadi korban tawuran.
Faktor-faktor penyebab terjadinya tawuran adalah :
A. Faktor Internal
1. Kurangnya didikan Agama
       Faktor internal yang paling besar adalah kurangnya didikan agama.  Jika pendidikan agama yang diberikan mulai dari rumah sudahlah bagus atau jadi perhatian, tentu anak akan memiliki akhlak yang mulia. Dengan akhlak mulia inilah yang dapat memperbaiki perilaku anak. Ketika ia sudah merasa bahwa Allah selalu mengamatinya setiap saat dan di mana pun itu, pasti ia mendapatkan petunjuk untuk berbuat baik dan bersikap lemah lembut. Inilah keutamaan pendidikan agama.
2. Pengaruh teman
          Faktor lainnya yang ini masih masuk faktor internal adalah lingkungan pergaulan yang jelek. Biasanya seseorang akan mudah terpengaruhi dengan perkataan teman jika temannya berkata “tidak setia kawan”. Seseorang akan sulit menolak jika temannya sudah berkata seperti itu.
B. Faktor Eksternal
1. Kurangnya kasih sayang dari orangtua
       Saat ini pendidikan anak sudah diserahkan penuh pada sekolah. Orang tua (ayah dan ibu) hanya sibuk untuk cari nafkah mulai selepas fajar hingga matahari tenggelam. Sehingga kesempatan bertemu dan memperhatikan anak amat sedikit. Jadinya, tempat curhat dan cari perhatian si anak adalah pada teman-temannya. Kalau yang didapat lingkungan yang jelek, akibatnya ia pun akan ikut rusak dan brutal. Beda halnya jika ibunya berdiam di rumah. Tentu dia akan lebih memperhatikan si anak.
2. Faktor Ekonomi
            Biasanya para pelaku tawuran adalah golongan pelajar menengah ke bawah. Disebabkan faktor ekonomi mereka yang pas-pasan bahkan cenderung kurang membuat membuat mereka melampiaskan segala ketidakberdayaannya lewat aksi perkelahia. Karena di antara mereka merasa dianggap rendah ekonominya dan akhirnya ikut tawuran agar dapat dianggap jagoan.
Jika anak walau ia berekonomi menengah ke bawah menyadari bahwa tidak perlu iri pada orang yang berekonomi tinggi karena seseorang bisa mulia di sisi Allah adalah dengan takwa. Pemahaman seperti ini tentu saja bisa didapat jika si anak mendapatkan pendidikan agama yang baik.
3. Faktor Sekolah
            Kebosanan di dalam ruang belajar mengajar seperti tindak belajar mengajar yang monoton, tidak mengijinkan siswa untuk bertindak kreatif, terlalu mengekang dan otoriter juga menjadi pengaruh. Sebagian besar hidup remaja juga dihabiskan di sekolah, tempat ia belajar sekaligus mengekspresikan dirinya. Tak heran jika sekolah sering disebut sebagai rumah kedua.
Siswa yang bosan akan memilih untuk bersenang-senang di luar sekolah. Guru sekolah dinilai sebagai pihak otoriter yang gemar menghukum siswanya ketimbang mendidik dalam arti yang sebenarnya.

Solusi untuk mencegah terjadinya tawuran adalah :
* Adanya iman yang harus dimiliki seseorang sehingga ia tidak akan melakukan perbuatan yang tidak baik.
* Adanya kasih sayang dari orangtua sehingga ia akan merasa diperhatikan oleh orangtua.
* Tidak mudah terpengaruh perkataan teman.
* Adanya kedisplinan dalam diri.
* Penegakan Hukum, sehingga siswa yang ikut tawuran akan jera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar